Ajang ini bukan sekadar lomba. Para robot diuji dalam 51 kategori, mulai dari cabang olahraga seperti lari, sepak bola, tenis meja, hingga skenario pekerjaan dunia nyata seperti memadamkan api dan bekerja di pabrik.
Sorotan utama jatuh pada Tiangong Ultra, robot humanoid buatan Beijing Robot Humanoid Innovation Center. Robot ini berhasil memecahkan rekor dengan catatan waktu 9,39 detik pada lari 100 meter dengan mode otonom penuh.
Angka itu bahkan melampaui rekor dunia manusia yang dipegang Usain Bolt dengan waktu 9,58 detik.
Tak hanya itu, robot bernama Lightning buatan Honor juga mencuri perhatian. Lightning sukses memenangkan lomba setengah maraton humanoid dengan waktu 9,47 detik.
Menurut panitia, tujuan utama kompetisi ini adalah menguji daya tahan, keseimbangan, dan kecerdasan buatan / AI otonom pada robot. Tujuannya agar ke depan robot humanoid bisa benar-benar diterjunkan ke dunia kerja nyata dan membantu manusia.
Dengan skala kompetisi sebesar ini, World Humanoid Robot Games 2026 menjadi bukti nyata bahwa era robot yang bisa bergerak, berpikir, dan bekerja seperti manusia sudah semakin dekat. √
Post Views: 1,157





