TEROBOSBERITA - Dinamika politik pasca Pilpres 2024 makin panas. Bukan lagi soal Jokowi vs Prabowo, tapi soal dua lingkaran besar yang saling berhadapan: Lingkaran Pendukung dan Lingkaran Pengkritik Jokowi-Gibran.
Di Solo, 19 September 2025, Presiden ke-7 RI Jokowi secara terbuka menginstruksikan seluruh relawan untuk mengawal dan mengamankan pemerintahan Prabowo-Gibran hingga dua periode. Perintah itu pertama kali dibawa oleh Ketua Umum Bara JP, Willem Frans Ansanay.
Siapa di Lingkaran MERAH (Pendukung)?
Inilah mesin politik yang disebut "Tegak Lurus Jokowi". Isinya lebih dari 150 simpul relawan, Keluarga, Gibran Rakabuming (Wapres), Kaesang Pangarep (Ketum PSI). Jenderal Relawan, Budi Arie Setiadi (Projo), Bara JP, Bolone Mase, Pos Gibran. Partai, PSI, Golkar (Bahlil Lahadalia), PAN (Zulkifli Hasan). Figur Baru, Dedi Mulyadi (KDM) yang disebut-sebut makin dekat, meski masih kader Gerindra. Misi mereka satu, Pastikan Prabowo-Gibran 2 Periode.
Siapa di Lingkaran BIRU (Pengkritik)?
Di seberang, ada kelompok yang fokus menguliti isu hukum dan dinasti, Pengamat, Ray Rangkuti yang menyoroti "kok yang bela cuma relawan, partainya diam?", dan Adi Prayitno. Politisi, Ferdinand Hutahaean (PDIP) yang menantang, "Emangnya siapa Jokowi? Hak apa ngatur-ngatur Prabowo di 2029?" Tokoh Daerah: FX Rudy, mantan Wali Kota Solo.
Pasukan Medsos, Akun-akun anon di X dan TikTok yang setiap hari mengangkat isu MK 90, ijazah, dan kasus Sritex.
Pengamat menilai, pertempuran 2029 bukan lagi partai vs partai, tapi relawan vs jaringan non-partai. (Fjr)
Editor : Rochmatillah





