terobosberita - KELURAHAN BAHAGIA KABUPATEN BEKASI. Di tengah gempuran isu negatif di media sosial soal Sensus Ekonomi 2026, petugas lapangan BPS di Kelurahan Bahagia justru berhasil menyelesaikan pendataan dengan mulus. Kuncinya? Kolaborasi dengan media. Pada minggu siang (27/9)
Hal itu diungkapkan Ronisanti, Pengawas Sensus Ekonomi dari BPS untuk wilayah Kelurahan Bahagia. Pada minggu siang (27/9)
"Apa tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan termasuk solusi kemarin kaitan dengan medsos yang beredar negatif terkait sensus ekonomi kita kemarin coba selesaikan dengan baik," ujar Ronisanti.
Ia bersyukur, teman-teman media mau memberitakan secara proporsional tujuan positif sensus ekonomi sebagai perpanjangan tangan pemerintah.
"Alhamdulillah, berita-berita positif itu bisa mengimbangi isu yang beredar di platform media mana pun. Akhirnya petugas kita bisa diterima dengan baik oleh masyarakat," tambahnya.
Target 15 Rumah Sehari & Tahap Penyisiran
Ronisanti menjelaskan, tugas pengawasan ada poin penting. Memastikan petugas bekerja sesuai SOP resmi BPS. Mengawal target harian, minimal 15 rumah tangga harus terdata. Mencari solusi cepat di lapangan jika ada kendala, mulai tingkat kelurahan Bahagia Memastikan semua tahapan berjalan sesuai jadwal BPS Pusat.
Sensus Ekonomi sendiri adalah agenda besar 10 tahun sekali. Setelah pendataan utama selesai, akan ada tahap penyisiran selama 1 bulan untuk warga yang tertinggal.
Tahap Paling Menegangkan, Uji Petik 20 Orang Per RT! Jangan dikira selesai. BPS akan melakukan validasi super ketat lewat uji petik random sampling.
"Dari 1 RT itu dipilih paling 20 orang secara acak untuk dicek lagi. Apakah data ekonominya berubah? Apakah orangnya benar-benar ada di situ? Kalau bohong, pasti ketahuan," tegas Ronisanti.
Metode ini untuk memastikan data yang dihasilkan benar-benar valid, kredibel, dan nyata adanya, bukan karangan petugas.
Harapannya, hasil sensus ini bisa menjadi dasar kuat pemerintah pusat mengambil kebijakan yang manfaatnya kembali lagi ke masyarakat.
"Harapan kami, masyarakat lebih support, lebih terbuka dan jujur saat diwawancara. Karena sekecil apapun data itu sangat bermanfaat untuk pengambilan kebijakan pemerintah," tutupnya. (Fjr)
Editor: Rochmatillah





