Notification

×

Iklan

Iklan

IAS dan Danantara Kompak Gas "Melayani Sepenuh Hati" CX Playbook Diluncurkan, Prayana Lounge Resmi Buka

Kamis, 11 Juni 2026 | Juni 11, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-12T00:34:03Z


Dirut IAS, Budi Setyawan Wijaya, menegaskan.”Di tengah proses merger dan transformasi yang digariskan BPI Danantara, IAS bertekad memberikan dampak signifikan di setiap titik interaksi pelanggan.”Kamis, (11/6/2026)


Dir. HC & Digital InJourney Bapak Herdy Harman”Digitalisasi ini bukan buat gantiin manusia. Tapi buat ngasih tenaga ke SDM biar kerja lebih efisien dan akurat,” jelasnya Kamis, (11/6/2026)

IAS dan Danantara Kompak Gas "Melayani Sepenuh Hati" CX Playbook Diluncurkan, Prayana Lounge Resmi Buka

Standarisasi Layanan Bandara Naik Kelas: Koper 15 Menit, Toilet BERKELAS, C4 Center September 2026

terobosberita - JAKARTA. Nggak cuma wacana. PT Integrasi Aviasi Solusi (IAS) beneran pasang "komando" baru buat layanan bandara & pariwisata Indonesia. Kamis, (11/6/2026)

Berbarengan sama PT Danantara Asset Management (DAM), IAS gelar Townhall Meeting CX100 bertagline "Melayani Sepenuh Hati" dan "Memberi Layanan Pasti" di Graha Angkasa Pura Indonesia, Kemayoran.

Acara ini sekaligus jadi panggung peluncuran 2 hal penting, CX Playbook IAS dan Peresmian operasional Prayana Lounge di bandara-bandara binaan IAS.

3 Direksi, 1 Komando, Layanan Publik BUMN Harus Naik Kelas. Yang hadir nggak kaleng-kaleng. Kompaknya ekosistem BUMN aviasi kelihatan jelas, Bapak Dendy Tegar Danianto, Senior Director/Chief of Marketing Danantara Asset Management, Bapak Herdy Harman, Dir. HC & Digital InJourney, holding-nya IAS, Bapak Budi Setyawan Wijaya, Dirut IAS

Kehadiran Danantara menegaskan, peluncuran CX Playbook ini implementasi langsung rencana kerja Danantara Indonesia. Misinya jelas, kuatin kualitas layanan publik BUMN biar unggul operasional, humanis, dan responsif.

Senjata Baru IAS, CX Playbook, "Buku Saku" Layanan Seragam. Dirut IAS Budi Setyawan Wijaya bilang, transformasi bisnis IAS di era merger Danantara itu harus kerasa di lapangan.

"CX Playbook IAS ini standarisasi & acuan utama seluruh insan IAS. Biar strategi Customer Experience-nya konsisten, responsif, dan orientasinya kepuasan pelanggan tertinggi," tegas Pak Budi.

mau petugas di Surabaya atau Balikpapan, cara IAS nyapa, bantu, dan beresin masalah harus sama. Nggak ada lagi "tergantung bandaranya". Ucapnya

Pak Herdy Harman dari InJourney nambahin, budaya pelayanan itu fondasinya. "Tanpa SDM kompeten dan digital kuat, service excellence cuma jadi wacana."

Pilar Transformasi IAS, Bukti Nyata, Bukan PowerPoint. Biar janji "Melayani Sepenuh Hati" nggak ngambang, IAS kunci transformasinya di beberapa pilar  Efisiensi Layanan Bagasi "Fibag Labag" Drama nunggu koper muter lama? IAS pangkas habis. First Bag,15 menit keluar dari pesawat. Last Bag, 30 menit, maksimal 
Tingkat ketepatannya 97,73% di semua bandara IAS. Ketenangan penumpang dimulai dari sini.

Toilet BERKELAS. Standar baru toilet bandara, Bersih, Kering, Lengkap, Harum, Higienis.
Udah nggak cuma di bandara utama. Sekarang diperluas ke mitra strategis IAS Grup juga. Hal kecil, dampaknya besar.

Digitalisasi Terminal Kargo. Sistem CALIS.
Buat LOB kargo, IAS pakai sistem CALIS dan real-time monitoring. Hasilnya, alur operasional kargo optimal, jadwal pasti, mitra kerja dapet solusi personal. Kiriman aman, bisnis lancar.

Pusat Kendali C4 - Command, Contact & CCTV Center. Target September 2026, C4 resmi beroperasi. Ini "otak"-nya IAS: CCTV, contact center, complaint handling digabung jadi 1. Ada masalah? Pantau digital dan respon cepat kelar.

Bonus Buat Penumpang: Prayana Lounge Resmi Beroperasi. Biar nunggu flight makin tenang, IAS luncurkan Prayana Lounge. Konsepnya, ruang tunggu eksekutif yang beneran nyaman, mewah, pelayanan prima.

Sekarang udah buka di 4 bandara, Surabaya, Bali, Makassar, Balikpapan. Definisi "nunggu pesawat" yang baru: duduk kalem, kopi anget, service top.

Pak Budi nutup: "Transformasi ini langkah konkret IAS kasih nilai tambah di setiap titik interaksi pelanggan. Dampaknya harus signifikan." (Rochmatillah)

EDITOR: Fajar Rht

×
Berita Terbaru Update